LOGAM-LOGAM BERAT DALAM AIR
LOGAM-LOGAM BERAT DALAM AIR
KELOMPOK VII
D-IV
II B
ADELIA
SURYANI JONATHAN PO.71.4.221.15.1.044
DEVI
MARDIANA PO.71.4.221.15.1.053
FATMAWATI
RAHIM PO.71.4.221.15.1.056
MONIKA
TRESIA KAMANDA PO.71.4.221.15.1.065
NURUL
HASANAH RAHMAH PO.71.4.221.15.1.073
KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
PRODI D.IV
TAHUN 2016/2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang maha
Esa karena atas anugrah-NYA kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “LOGAM-LOGAM
BERAT” dengan tepat waktu dan penuh rasa tanggung jawab, mengingat ini
merupakan salah satu kriteria penilaian Dosen terhadap siswa khususnya dalam
mata pelajaran kimia.
Adapun dalam penulisan makalah ini kami dihadapkan
dengan berbagai kesulitan dan hambatan-hambatan, namun semua itu dapat teratasi
berkat adanya bantuan dari berbagai pihak, baik bantuan moral, maupun materiil.
Oleh karena itu, ijinkan kami menyampaikan rasa terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak yang telah membantu, akhirnya kami
menyadari bahwa “tiada gading yang tak retak” begitu pula kami selaku insan
manusia biasa yang tak luput dari kesalahan dan kekurangan. Olehnya saran yang
bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini sangat diharapkan.
Makassar, 06 Maret 2017
penulis
penulis
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pencemaran
oleh logam berat merupakan salah satu penyebab penting menurunnya fungsi dan
produktivitas tanah. Logam berat secara alamiah berada di alam dan bersifat
persisten. Berbagai aktivitas manusia menyebabkan konsentrasi logam berat
menjadi meningkat melebihi batas toleransinya di dalam tanah. Berbagai sumber
logam berat antara lain kegiatan pertambangan dan peleburan bijih logam,
kegiatan perindustrian, penggunaan bahan bakar fosil serta pembuangan limbah
rumah tangga. Kegiatan industri pada dasarnya membuang limbah ke sungai yang
berpotensi mencemari lahan-lahan pertanian. Selain itu, Penggunaan pupuk dan
pestisida yang intensif dalam jangka panjang dapat menyebabkan pencemaran logam
berat sehingga menurunan kualitas tanaman. Logam berat
merupakan komponen alami tanah. Logam berat masih
termasuk golongan logam dengan kriteria-kriteria yang sama dengan logam-logam
lain. Perbedaannya terletak dari pengaruh yang dihasilkan bila logam berat ini
berikatan dan atau masuk ke dalam tubuh organisme hidup. Sebagai contoh, bila
unsur logam besi (Fe) masuk kedalam tubuh, meski dalam jumlah agak berlebihan,
biasanya tidaklah menimbulkan pengaruh yang buruk terhadap tubuh. Karena unsur
besi (Fe) dibutuhkan dalam darah untuk mengikat oksigen. Sedangkan unsur logam
berat baik itu logam berat beracun yang dipentingkan seperti tembaga (Cu), bila
masuk kedalam tubuh dalam jumlah berlebihan akan menimbulkan pengaruh-pengaruh
buruk terhadap fungsi fisiologi tubuh. Jika yang masuk kedalam tubuh organisme
hidup adalah unsur logam berat beracun seperti hidragyrum(Hg) atau disebut juga
air raksa, maka dapat dipastikan bahwa organisme tersebut akan langsung
keracunan. Logam berat dapat masuk ke dalam tubuh manusia
melalui makanan, air minum, atau udara. Logam berat seperti tembaga, selenium,
atau seng dibutuhkan tubuh manusia untuk membantu kinerja metabolisme tubuh.
Akan tetapi, dapat berpotensi menjadi racun jika konsentrasi dalam tubuh
berlebih. Logam berat menjadi berbahaya disebabkan sistem bioakumulasi, yaitu
peningkatan konsentrasi unsur kimia didalam tubuh manusia.
B.
Tujuan
1. Mengetahui
pengertian logam berat.
2. Mengetahui
apa saja yang termasuk logam-logam berat.
3. Mengetahui
dampak dan cara pengendalin pencemaran air oleh logam berat terhadap lingkungan
dan kesehatan manusia.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian logam
1. Pengertian
logam
Istilah
logam biasanya diberikan kepada semua unsur-unsur kimia dengan ketentuan-ketentuan
atau kaidah kaidah tertentu.setiap logam haruslah memiliki kemampuan yang baik
sebagai penghantar daya listrik atau konduktor, memiliki kemampuan sebagai
penghantar panas yang baik, memiliki repatan tinggi, untuk logam padat dapat
ditempa dan dibentuk.Sedangkan logam berat masih termasuk golongan logam dengan
logam-logam lain, perbedaanya terletak pada pengaruh yang dihasilkan logam
berat ini bila berikatan atau masuk kedalam tubuh organisme hidup.
B. Sumber pencemaran lingkungan akibat logam dan limbah berbahaya
A.
ARSEN
Arsen (As) atau arsenik
sebagian besar terdapat di alam dalam bentuk senyawa dasar yang berupa
substansi anorganik. Arsen anorganik dapat larut dalam air atau berbentuk gas
dan terpapar pada manusia. Menurut National Institute for Occupational Safety
and Health (1975), arsen anorganik merupakan racun yang sangat kuat jika masuk
ke dalam tubuh manusia, senyawa tersebut dapat merusak ginjal, dapat menjadi
penyebab gangguan kesehatan kronis, terutama kanker.
Asal
Arsen berada dalam air
Beberapa tempat di bumi mengandung
arsen yang cukup tinggi sehingga dapat merembes ke air tanah. Kebanyakan
wilayah dengan kandungan arsen tertinggi adalah daerah aluvial yang merupakan
endapan lumpur sungai dan tanah dengan kaya bahan organik. Arsenik dalam air
tanah bersifat alami dan dilepaskan dari sedimen ke dalam air tanah karena
tidak adanya oksigen pada lapisan di bawah permukaan tanah.
Arsen
terlarut dalam air dalam bentuk organik dan anorganik (Braman, 1973; Crecelius,
1974). Jenis arsen bentuk organik adalah methylarsenic acid dan methylarsenic
acid, sedang anorganik dalam bentuk arsenit dan arsenat. Arsen dapat ditemukan
pada air permukaan, air sungai, air danau, air sumur dalam, air mengalir, serta
pada air di lokasi di mana terdapat aktivitas panas bumi (geothermal).
Ciri-ciri
Arsen
Arsenik
secara kimiawi memiliki karakteristik yang serupa dengan Fosfor, dan sering
dapat digunakan sebagai pengganti dalam berbagai reaksi biokimia dan juga
beracun. Ketika dipanaskan, arsenik akan cepat teroksidasi menjadi oksida
arsenik, yang berbau seperti bau bawang putih. Arsenik dan beberapa senyawa
arsenik juga dapat langsung tersublimasi, berubah dari padat menjadi gas tanpa
menjadi cairan terlebih dahulu. Zat dasar arsenik ditemukan dalam dua bentuk
padat yang berwarna kuning dan metalik, dengan berat
jenis 1,97 dan 5,73.
Standar Arsen
Menurut
PERMENKES No: 416?MEN.KES/PER/IX/1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan
kualitas air, kadar maksimum Arsen yang diperbolehkan di dalam air minum dan
air bersih 0,05 mg/L, sedangkan WHO menetapkan ambang aman tertinggi arsen di
air tanah sebesar 50 ppb (bagian per miliar).
Efek Arsen Pada Kesehatan
Paparan pada arsenik anorganik akan
memicu berbagai efek kesehatan, seperti iritasi lambung dan usus, penurunan
produksi sel darah merah dan putih, perubahan kulit, dan iritasi paru-paru.
Penyerapan sejumlah besar arsenik anorganik juga dikaitkan dengan peningkatan
resiko perkembangan kanker, terutama kanker kulit, kanker paru-paru, kanker
hati, dan kanker getah bening.
Paparan arsenik yang sangat tinggi
bisa menyebabkan kemandulan dan keguguran pada perempuan, gangguan kulit,
gangguan jantung, dan kerusakan otak baik pada pria maupun wanita. Dosis
mematikan arsenik oksida umumnya adalah 100 mg.
Dampak Lingkungan Arsenik
Siklus arsenik semakin diperluas
akibat campur tangan manusia.Arsenik terutama dihasilkan oleh industri
pengolahan tembaga, seng, dan timbal.Arsenik tidak dapat dihancurkan setelah
memasuki lingkungan, sehingga jumlah yang ditambahkan manusia dapat menyebar
dan menimbulkan efek kesehatan bagi manusia dan hewan pada banyak
lokasi.Tanaman mudah menyerap arsenik sehingga akan terserap ke manusia jika
dimakan.Konsentrasi arsenik anorganik yang berada di permukaan air meningkatkan
kemungkinan terjadinya perubahan materi genetik pada ikan. Burung yang memakan
ikan yang mengandung sejumlah tinggi arsenik dapat mati keracunan.
Cara
Menurunkan kadar Arsen
Beberapa
langkah untuk mengurangi kadar arsen dalam air minum adalah:
·
Water treatment
·
Pencampuran air berkadar arsen tinggi dan air berkadar arsen rendah
·
Mengganti atau memodifikasi system penggalian sumur
·
Meninggalkan atau tidak menggunakan sumber air yang telah tercemar arsen.
Untuk
mengurangi kadar arsen pada air minum, digunakan filtrasi dari Campuran 3,8 g
Fe-sulfat dan sejumlah kecil Ca-hipoklorit, yang dilanjutkan dengan filtrasi
menggunakan pasir (sibbald,2002).
Pemeriksaan Arsen
Alat dan bahan :
a.
Alat
1.
Beker glass
2.
Pipet ukur
3.
Erlenmeyer
4.
Alat sanger black
5.
Kertas sublimat
b.
Bahan
1.
H2SO4
2.
Pb asetat
3.
Kertas HgCl
4.
Zn granule
5.
KI 10%
Cara
kerja :
1. Disiapkan
alat sanger black
2. Dimasukkan
5-10 ml sampel kedalam Erlenmeyer
3. Ditambah
kan 10 ml H2SO4 4N dan 2 butir Zn granule
4. Dipasang
alat sanger black, diamkan selama 1 jam dilemai asam
5. Diambil
kertas sublimat dengan pinset, dimasukkan alam cawan porselin
ditmbahkan KI 10%
6. Jika
kertas menjadi hitam menunjukkan adanya arsen jika coklat
menunjukkan adanya Sb.
B.
TIMBAL
Timbal adalah
logam keperakan yang lembut dengan warna kebiru-biruan. Timbal menjadi abu-abu
gelap setelah bersentuhan dengan udara. Logam Timbal sangat lunak (dapat
dipotong menjadi lembaran tipis) dan elastis (dapat ditarik menjadi kawat
panjang). Timbal adalah konduktor listrik yang buruk bila dibandingkan dengan
logam lain.
Asal
Timbal berada dalam air
Timbal dapat masuk dalam ke perairan melalui
pengkristalan di udara yang merupakan pembakaran hasil pembakaran bahan bakar
kendaraan bermotor dengan bantuan hujan. Dapat pula sebagai akibat proses
korosifikasi bahan mineral akibat hempasan dan angin. Timbal (Pb) yang
masuk kedalam bahan perairan sebagai dampak aktifitas manusia, di antaranya
dalam air buangan (limbah) industri yang berkaitan dengan timbal (Pb) yang
jatuh pada jalur-jalur perairan seperti anak sungai dan terbawa menuju laut.
Standar Timbal
Menurut PERMENKES No: 416/MEN.KES/PER/IX/1990
tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air, kadar maksimum timbal yang
diperbolehkan di dalam air minum dan air bersih 0,05 mg/L.
Ciri-ciri
timbal
Timbal atau plumbum (Pb) adalah logam lunak
berwarna abu-abu kebiruan mengkilat, memiliki titik lebur rendah, mudah
dibentuk, memiliki sifat kimia yang aktif, sehingga bisa digunakan untuk
melapisi logam agar tidak timbul perkaratan dan merupakan unsur logam yang
terjadi secara alami di kerak bumi. Pb dicampur dengan logam lain akan
terbentuk logam campuran yang lebih bagus daripada logam murninya. Pb adalah
logam lunak berwarna abu-abu kebiruan mengkilat serta mudah dimurnikan dari
pertambangan.
Efek bagi kesehatan
Terlalu banyak timbal dalam tubuh dapat menyebabkan keracunan timbal.
Timbal dapat terakumulasi dalam tulang dan jaringan lunak. Jika terlalu banyak
terakumulasi timbal akan merusak sistem saraf dan dapat menyebabkan gangguan
otak. Timbal adalah racun bagi banyak organ tubuh termasuk jantung, ginjal, dan
usus. Terlalu banyak timbal dapat menyebabkan sakit kepala, kebingungan,
kejang, dan bahkan kematian. Keracunan timbal sangat berbahaya pada anak-anak.
Salah satu penyebab utama keracunan timbal adalah timbal dalam cat.
Dampak
Timbal terhadap lingkungan
Timbal
dapat menimbulkan pencemaran baik di udara, air, maupun tanah. Timbal yang
terkandung dalam udara, air, dan tanah akan berdampak bagi kesehatan manusia,
hewan, dan tumbuhan. Apabila terdapat di air, akan ikut terkonsumsi oleh
makhluk hidup dan akhirnya akan menimbulkan penyakit dan dampak negatif
lainnya. Dampak pada lingkungan dan ekosistem akan selalu berhubungan satu sama
lain karena adanya keterkaitan yang tidak bisa diputuskan, seperti manusia dan
hewan mengonsumsi tumbuhan. Tumbuhan menyerap zat hara dari tanah yang
mengandung timbal, maka manusia dan hewan pun akan terkena dampaknya.
Cara Menurunkan Kadar Timbal
Salah satu cara menurunkan kadar
Timbal (Pb) dalam air adalah dengan cara mengkelat logam menggunakan larutan
kitosan. Dalam hal ini, larutan Kitosan diperjualbelikan secara komersil, juga
dapat diproduksi sendiri dengan memanfaatkan limbah cangkang udang atau
kepiting (yang memiliki kadar kitin cukup tinggi). Kitosan yang merupakan turunan
dari kitin sangat mudah didapat dari kepiting, udang, lobster dan kulit udang
karang. Menurut Knorr (1984) , cangkang atau kulit hewan crustasea mengandung
30-40% protein, 30-50% kalsium karbonat,kalsium fosfat, dan 20-30% kitin.
Sebagian besar kelompok Crustaceae seperti udang dan lobster merupakan sumber
utama kitin komersial. Penggunaan larutan kitosan dalam menurunkan kadar timbal
sangat dipengaruhi oleh pH, konsentrasi dan waktu tinggal limbah.
Pemeriksaan
Timbal
a. Sampel
dihomogenkan dengan cara di kocok.
b. Dimasukkan
100 mL sampel yang sudah dihomogenkan ke dalam gelas piala.
c. Tambahkan 5
mL asam nitrat (HNO3) ke dalam gelas piala yang berisi sampel.
d. Sampel
dipanaskan di pemanas listrik sampai larutan sampel hampir kering.
e. Sampel yang
hampir kering tersebut, kemudian ditambahkan 50 mL aquadest.
f. Sampel
disaring dengan kertas saring dan dimasukkan kedalam labu ukur 100 mL
g. Tambahkan
aquadest sampai tanda batas.
h. Pengukuran
kadar sampel dengan Spektrofotometer Serapan Atom (AAS) pada panjang gelombang
283,3 nm.
C. MERKURI
Air
Raksa atau Mercury (Hg) adalah salah satu logam berat dalam bentuk cair.
Terjadinya pencemaran mercury di perairan laut lebih banyak disebabkan oleh
faktor manusia dibanding faktor alam. Meskipun pencemaran mercury dapat
terjadi secara alami tetapi kadarnya sangat kecil. Pencemaran mercury secara
besar-besaran disebabkan karena limbah yang dibuang oleh manusia.
Asal Merkuri berada dalam air
Kadar merkuri yang tinggi pada
perairan umumnya diakibatkan oleh buangan industri (industrial wastes) dan
akibat sampingan dari penggunaan senyawa-senyawa merkuri di bidang pertanian.
Penggunaan merkuri di dalam industrti sering mengakibatkan pencemaran
lingkungan, baik melalui air limbah maupun melalui sistem ventilasi udara.
Merkuri dapat berada dalam bentuk metal, senyawa-senyawa anorganik dan senyawa
organic. Terdapatnya merkuri di perairan dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu
pertama oleh kegiatan perindustrian seperti pabrik cat, kertas, peralatan
listrik, chlorine dan coustic soda; kedua oleh alam itu sendiri melalui proses
pelapukan batuan dan peletusan gunung berapi.
Standar
Merkuri
Menurut PERMENKES No: 416/MEN.KES/PER/IX/1990
tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air, kadar maksimum merkuri yang
diperbolehkan di dalam air minum dan air bersih 0,001 mg/L. Menurut WHO, air raksa/merkuri di alam umumnya
terdapat sebagai metil merkuri (CH3-Hg), yaitu bentuk senyawa organik dengan
daya racun tinggi (diatas 0,005 ppm) dan sukar terurai dibandingkan zat asalnya.
Ciri-Ciri
merkuri
1. Kelarutan rendah;
2. Sifat kimia
yang stabil terutama di lingkungan sedimen;
3. Mempunyai sifat yang mengikat
protein, sehingga mudah terjadi biokonsentrasi pada tubuh organisme air melalui
rantai makanan;
4. Menguap dan
mudah mengemisi atau melepaskan uap merkuri beracun walaupun pada
suhu ruang;
5. Logam merkuri
merupakan satu-satunya unsur logam berbentuk cair pada
suhu ruang 25oC;
6. Pada fase padat
berwarna abu-abu dan pada fase cair berwarna putih perak;
7. Uap merkuri
di atmosfir dapat bertahan selama 3 (tiga) bulan sampai 3 (tiga) tahun
sedangkan bentuk yang melarut dalam air hanya bertahan beberapa minggu.
Efek bagi kesehatan
Keracunan kronis oleh
merkuri dapat terjadi akibat kontak kulit, makanan, minuman, dan pernapasan.
Toksisitas kronis berupa gangguan sistem pencernaan dan sistem syaraf atau gingvitis.[butuh
rujukan] Akumulasi Hg dalam tubuh dapat menyebabkan tremor, parkinson, gangguan lensa mata berwarna abu-abu, serta anemia ringan,
dilanjutkan dengan gangguan susunan syaraf yang sangat peka terhadap Hg dengan
gejala pertama adalah parestesia, ataksia, disartria, ketulian, dan akhirnya kematian.[butuh
rujukan] Wanita hamil yang terpapar alkil merkuri bisa menyebabkan
kerusakan pada otak janin sehingga mengakibatkan kecacatan pada bayi yang
dilahirkan.
Dampak
Merkuri terhadap lingkungan
Dampak Merkuri terhadap
Lingkungan yaitu mengurangi jumlah klorofil tanaman hijau, mengurangi
pertumbuhan tanaman, merusak pertumbuhan akar dan fungsi, merusak daun dan
menurunkan produksi, mematikan tanaman, mengurangi perkembang biakan di hewan,
menganggu perkembangan, tingkah laku yang abnormal, bahkan kematian. Dampak
merkuri juga dapat menyebabkan kepunahan lokal dari jenis hewan tertentu dan
menurunkan biodiversitas. Pengurangan biodiversitas berarti lebih sedikit individu
yang dapat didukung ekosistim. Kepunahan atau pengurangan spesies tertentu
seperti insectivor, polinator dan penyebar biji dapat menyebabkan pengurangan
diversitas tanaman.
Cara Menurunkan Merkuri
Salah satu metode yang
digunakan untuk menanggulangi pencemaran logam merkuri (Hg) adalah
fitoremidiasi. Fitoremidiasi merupakan teknologi pembersihan, penghilangan atau
pengurangan zat pencemar dalam tanah atau air dengan menggunakan bantuan
tanaman, salah satu tanaman yang efektiv menjadi fitoremidiator logam berat
adalah eceng gondok (Eichornia crassipes). Eceng gondok (Eichhornia crassipes)
merupakan salah satu jenis tanaman air yang memiliki kemampuan untuk menyerap
dan mengakumulasi logam berat. Tumbuhan ini berpotensi dalam menyerap logam
berat karena merupakan tanaman dengan toleransi tinggi yang dapat tumbuh baik
dalam limbah, pertumbuhannya cepat serta menyerap dan mengakumulasi logam dengan
baik dalam waktu yang singka
Pemeriksaan
merkuri
Penetapan jumlah merkuri
dilakukan dengan spektrofotometer serapan atom tanpa nyala (flameless AAS) dimana unsur
merkuri positif ini selanjutnya direduksi dengan Natrium borohidrid menjadi Hg netral dalam bentuk kabut uap
merkuri. Kabut uap merkuri didorong oleh gas mulia argon menuju sel penyerapan
pada AAS, dan berinteraksi dengan sinar yang berasal dari lampu katoda merkuri
(Hallow Cathode Lamp). Interaksi tersebut berupa sinar yang
besarnya dapat dilihat pada layar monitor AAS. Jumlah serapan sinar
sebanding dengan kadar merkuri yang ada dalam contoh. Metoda ini dapat
diterapkan untuk menetapkan kandungan mercury pada kerang-kerangan, udang, air
tambak, dan lumpur tambak serta produk perikanan lainnya.
D.
KADMIUM
Kadmium adalah logam yang ditemukan dalam endapan alam seperti
bijih dan berikatan dengan unsur-unsur lainnya. Logam ini digunakan untuk
pelapisan logam dan pengerjaan pelapisan termasuk peralatan transportasi,
mesin, fotografi dan lain-lain. Logam ini juga berpengaruh pada kesehatan
dimana beberapa orang yang minum air yang mengandung kadar kadmium berlebihan
dari maximum contaminant level (MCL) dapat menyebabkan kerusakan ginjal.
Sumber utama kadmium dalam air minum adalah korosi pada pipa galvanis, erosi endapan
alam, debit dari kilang logam, limpasan dari sampah baterai dan cat. Metode perlakuan berikut telah terbukti efektif untuk
menghilangkan kadmium hingga di bawah 0,005 mg/L atau 5 ppb yaitu dengan
koagulasi / filtrasi, pertukaran ion, lime
softening dan reverse osmosis.
Asal
Kadmium berada dalam air
Sumber utama kadmium dalam air
minum adalah korosi pada pipa galvanis, erosi endapan alam, debit dari kilang
logam, limpasan dari sampah baterai dan cat.
Ciri-ciri
Kadmium
Kadmium
merupakan logam lunak yang berwarna putih keperakperakan serta bersemu biru.
Kelunakannya mudah dibentuk dan lebih lunak daripada seng, namun ebih keras
daripada timah. Mempunyai berat atom 11,40. Gravitasi spesifik pada suhu 20°C
adalah 8,65. Jari-jari atom 0,154 mm dengan titik lebur 765°C dan titik beku
321°C. Kadmium mempunyai 8 isotop stabil di alam serta 11 radioisotop yang
tidak stabil. Viskositas kadmium pada suhu 340°C adalah 2,57 Mpa dan pada 400°C
adalah 261 Mpa. Penghantaran panas pada suhu 273 Kadalah 98 W/mK. Kepadatan pada
suhu 339°C adalah 8020 kg/m3.
Standar
Kadmium
Konsentrasi
Cd maksimum dalam air minum yang diperbolehkan oleh Depkes RI dan WHO adalah
0,01,mg/l. Sementara batas maksimum konsentrasi atau kandungan Cd pada daging
makanan laut yang layak bagi kesehatan yang direkomendasikan FAO dan WHO adalah
lebih kecil dari 0,95 mg/kg. Sebaliknya Dirjen Pengawasan Obat dan Makanan
merekomendasikan tidak lebih dari 2,0 mg/kg.
Efek bagi
kesehatan
Diare, sakit perut dan muntah yang parah – Fraktur tulang –
Kegagalan Reproduksi dan bahkan mungkin infertilitas – Kerusakan pada sistem
saraf pusat Kerusakan pada sistem kekebalan tubuh – Gangguan Psikologis –
Mungkin kerusakan DNA atau perkembangan kanker.
Dampak Kadmium terhadap lingkungan
Lumpur kaya kadmium bisa mencemari air
permukaan serta tanah. Kadmium sangat adsorbsi untuk bahan organik dalam tanah.
Ketika kadmium hadir di tanah itu bisa sangat berbahaya, karena penyerapan
melalui makanan akan meningkat. Tanah yang diasamkan meningkatkan penyerapan
kadmium oleh tanaman. Ini adalah potensi bahaya bagi hewan yang bergantung pada
tanaman untuk bertahan hidup.
Cara
penurunan Kadmium
Ofish pada tahun 2002 dalam penelitiannya
menyatakan urutan tingkat racun berbagai logam berat terhadap makhluk
hidup mulai dari yang terbesar adalah
Hg, Cu, Pb, Cd, Al, Zn, Ni, Cr, Co, Mn, sedangkan kadar standar baku mutu logam
kadmium bagi makhluk hidup adalah 0,01 ppm. Untuk itu perlu dilakukan penurunan
kadar kadmium sebelum dialirkan ke perairan umum agar tidak membahayakan
makhluk diperairan dan sekitarnya tersebut. Salah satu cara yang digunakan
untuk menurunkan kadar kadmium dengan memanfaatkan mineral alam zeolit
(Na4K4AlSiO8O96. 24H2O). Zeolit dapat menyerap ion-ion kadmium [Suryatono,
et.,al., 1991] . Zeolit merupakan Aluminosilikat dengan struktur kerangka
berpori yang berhubungan kesegala arah yang menyebabkan permukaan zeolit
menjadi sangat luas sehingga dapat digunakan sebagai penyerap.
Pemeriksaan
Kadmium
Analisa kadmium di air dan air limbah
menggunakan SNI 06-6989.38-2005 yaitu cara uji kadar kadmium (Cd) dengan
spektrofotometer serapan atom (SSA) secara tungku karbon. Ruang lingkup metode
ini untuk kadar 0,5 µg/l – 10,0 µg/l pada panjang gelombang 228,8 nm.
Prinsip metode ini adalah contoh uji air dan air limbah ditambahkan asam nitrat
kemudian dilanjutkan dengan pemanasan yang bertujuan untuk melarutkan analit
kadmium dan menghilangkan zat-zat pengganggu, selanjutnya diukur serapannya
dengan SSA tungku karbon dengan gas argon sebagai gas pembawa.
E.
KROMIUM
Kromium
merupakan logam tahan korosi (tahan karat) dan dapat dipoles menjadi mengkilat.
Dengan sifat ini, kromium (krom) banyak digunakan sebagai pelapis pada
ornamen-ornamen bangunan, komponen kendaraan, seperti knalpot pada sepeda
motor, maupun sebagai pelapis perhiasan seperti emas, emas
yang dilapisi oleh kromium ini lebih dikenal dengan sebutan emas
putih. Perpaduan Kromium dengan besi dan nikel
menghasilkan baja tahan karat.
Asal Kromium
berada dalam air
Senyawa
kromium terdapat di lingkungan, karena erosi dari batuan yang mengandung
kromium dan dapat didistribusikan oleh letusan gunung berapi.
Ciri-Ciri Kromium
Kromium adalah logam berkilau,
getas dan keras, serta berwarna perak abu-abu.
Ketika dipanaskan, kromium
membentuk oksida kromat hijau. Logam ini tidak stabil pada oksigen dan segera
menghasilkan lapisan oksida tipis.
Kromium ditambang sebagai
bijih kromit (FeCr2O4). Penambangan bijih kromium antara lain terdapat di
Afrika Selatan, Zimbabwe, Finlandia, India, Kazakihstan, dan Filipina.
Standar
Kromium
Menurut PERMENKES No: 416/MEN.KES/PER/IX/1990
tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air, kadar maksimum kromium yang
diperbolehkan di dalam air minum dan air bersih 0,005 mg/L.
Efek bagi
kesehatan
Krom dapat menyebabkan kanker paru-paru, kerusakan hati
(liver) dan ginjal. Jika kontak dengan kulit menyebabkan iritasi dan jika
tertelan dapat menyebabkan sakit perut dan muntah, lalu bisa menyebabkan juga
masalah pernafasan, kulit ruam dan sistem kekebalan tubuh yang rendah.
Dampak Kromium terhadap lingkungan
Kromium
banyak digunakan oleh berbagai macam industri, salah satunya adalah industri
tekstil. Industri tekstil merupakan industri yang mengolah serat menjadi
bahan pakaian dengan kromium sebagai zat pengoksidasi pada proses penyempurnaan
tekstil. Karena itu pula limbah cair dari industri tekstil mengandung kromium
dengan konsentrasi tinggi. Limbah tersebut dapat membahayakan lingkungan karena
kromium, terutama kromium heksavalen merupakan jenis bahan
berbahaya dan beracun (B3) (Wahyuadi, 2004 dalam Bramandita, 2009).
Cara
Penurunan Kromium
Berbagai macam usaha yang telah dilakukan untuk
mengurangi konsentrasi logam krom di lingkungan salah satunya dengan proses
koagulasi. Pada prinsipnya koagulasi adalah menggumpalkan partikel-partikel koloid
dan zat-zat organik yang tersuspensi. Tahapan proses ini yaitu destabilisasi
sistem koloid, pembentukan mikroflok dan aglomerasi. Kefektifan proses
koagulasi dipengaruhi oleh jenis koagulan,konsentrasi, pH larutan dan kekuatan
ion dari koagulan. Koagulan yang digunakan dalam proses pengolahan limbah dapat
berupakoagulan alami atau koagulan sintetis (bahan kimia).
Pemeriksaan kromium
Pemeriksaan
kromium menggunakan metode spektrofotometri sinar tampak dengan reagen 1,5
difenikarbazida. Sebelum menganalisis kadar kromium dalam sampel terlebih
dahulu menentukan panjang gelombang maksimum, waktu kestabilan kompleks dan
pembuatan kurva standar. Penentuan panjang gelombang maksimum dilakukan dengan
cara membuat larutan Cr 0,5 ppm dalam labu takar 25 ml. Larutan dibuat dengan
memipet 125 µL larutan induk Cr 100 ppm kemudian di tambahkan 1-2 tetes asam sulfat pekat sampai diperoleh
pH 1,5.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan
tersebut dapat disimpulkan bahwa:
1. logam
berat masih termasuk golongan logam dengan logam-logam lain, perbedaanya
terletak pada pengaruh yang dihasilkan logam berat ini bila berikatan atau
masuk kedalam tubuh organisme hidup.
2. Logam
berat terdiri dari Arsen, Timbal, Merkuri, Cadmium, dan Cromium, yang memiliki
dampak bagi kesehatan manusia serta lingkungan.
3. Logam
berat masing-masing memiliki ambang batas penggunan yang di atur dalam PERMENKES
No: 416/MEN.KES/PER/IX/1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air.
B. Saran
Saran yang penyusun makalah
iniadalah masyarakat lebih bijak lagi
dalam memilih dan mengkomsumsi air,
harus memperhatikan apakah air itu layak minum, karena tidak semua air jernih
itu bersih.
DAFTAR PUSTAKA
https://id.wikipedia.org/wiki/Arsen

Komentar
Posting Komentar