Makalah PENGGUNAAN GIS DALAM DUNIA KESEHATAN
PENGGUNAAN
GIS DALAM DUNIA KESEHATAN
Oleh
FATMAWATI
RAHIM
PO.71.4.221.15.1.056
D-IV 1B
KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
PRODI D.IV
TAHUN 2015/2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan
kehadirat Allah Swt atas rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan
makalah ini dengan baik. Makalah yang berjudul “Penggunaan GIS dalam dunia
kesehatan” Dalam penulisan makalah ini saya banyak mendapat bantuan dari
berbagai pihak. Oleh karena itu, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada
semua pihak yang telah membantu penulisan makalah ini.
saya sadar bahwa dalam
makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, Hal itu di karenakan keterbatasan
kemampuan dan pengetahuan saya. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan
kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca. Semoga makalah ini
dapat bermanfaat bagi kita.
Akhir kata, saya memohon maaf
apabila dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kesalahan.
Makassar,11
November 2015
penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Sebagaimana kita
ketahui bahwa dalam era globalisasi ini kemajuan teknologisangat pesat sekali.
Banyak sekali riset-riset yang dilakukan untuk mendorong timbulnya penemuan
baru dalam dunia teknologi,terutama teknologi Informasi. Adapun salah satu
penemuan tersebut adalah Sistem Informasi geografis atau Geographic information
system (GIS). Dengan adanya teknologi ini maka akan memudah kan kita dalam hal
pemetaan lahan, dan penentuan lahan pertanian yang cocok untuk jenis tanaman
tertentu sehingga dapat berproduksi secara maksimal.
Perkembangan
sistem informasi tak ada artinya tanpa didukung oleh kemajuan teknologi
jaringan komputer. Melalui jaringan komputer maka memungkinkan dilakukannya
komunikasi dan interaksi antar data yang secara fisik terpisah. Teknologi ini
mengatasi semua hambatan baik dimensi waktu (dapat dilakukan kapan saja) maupun
dimensi geografis (dari tempat di mana saja yang terhubung dengan jaringan
komputer).
Sehubungan
dengan perkembangan sistem informasi dan kemajuan teknologi jaringan komputer
tersebut, hendaknya dapat kita pelajari dan kita aplikasikan dalambidang yang
kita geluti. Aplikasi sistem informasi geografis dalam agribisnis perlu
diupayakan semaksimal mungkin, sehingga dapat mendukung maksimalnya hasil
produksi pertanian yang diusahakan , baik dari hulu sampai ke hilir.
1.2
Tujuan Pembuatan Makalah
Adapun yang menjadi tujuan dari
makalah ini antara lain sebagai berikut :
o Untuk Mengetahui manfaat dari pengindraan jauh dan SIG
(Sistem Informasi Geografi).
o Untuk mengetahui keuntungan menggunakan sig
o Untuk mengetahui hasil teknologi penginderaan jauh
o Untuk Mengetahui Manfaat SIG dalam bidang kesehatan
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1 Pengertian GIS
GIS
(Geographic Information System) merupakan bagian dari kemajuan teknologi
informasi (information technology). Sebagai teknologi berbasis komputer, GIS
harus diperhitungkan bagi mereka yang berkecimpung dalam berbagai bidang
pekerjaan seperti perencanaan, inventarisasi, monitoring, dan pengambilan
keputusan. Bidang aplikasi GIS yang demikian luas, dari urusan militer sampai
pada persoalan bagaimana mencari jalur terpendek untuk pengantaran barang atau
delivery system, menghendaki penanganan pekerjaan yang dilakukan secara terpadu
(integrated) dan multidisiplin (Prahasta, 2002 & Aziz, 2005).
GIS
(Geographic Information System) merupakan suatu alat yang dapat digunakan untuk
mengelola (input, manajemen, proses dan output) data spasial atau data yang
bereferensi geografis. Setiap data yang merujuk lokasi di permukaan bumi dapat
disebut sebagai data spasial bereferensi geografis. Misalnya data kepadatan
penduduk suatu daerah, data jaringan jalan, data vegetasi dan sebagainya
(Nuckols, 2004).
Geografi
adalah informasi mengenai permukaan bumi dan semua objek yang berada diatasnya,
yang menjadi kerangka bagi pengaturan dan pengorganisasian bagi semua tindakan
selanjutnya. GIS merupakan teknologi untuk mengelola, menganalisa dan
menyebarkan informasi geografis. Pemilihan lokasi, target lapisan pemasaran,
perencanaan penyebaran jaringan, membalas pada darurat, atau menuliskan kembali
batas-batas wilayah suatu negara, semuanya adalah permasalahan yang dapat di
pecahkan melalui geografi (Libraries & Academic Information Resources,
2006).
GIS
(Geographic Information System) adalah sistem yang berbasis komputer yang digunakan
untuk menyimpan data dan manipulasi informasi geografis. GIS (Geographic
Information System) suatu bentuk sistem informasi yang menyajikan informasi
dalam bentuk grafis dengan menggunakan peta sebagai antar muka (WHO, 2000).
2.2 Pengelolaan GIS (Geographic Information System)
Adapun jenis-jenis pengelolaan GIS
yaitu:
a. Sumber Informasi Geografi
Sumber informasi geografi selalu
mengalami perubahan dari waktu ke waktu (bersifat dinamis), sejalan dengan
perubahan gejala alam dan gejala sosial. Dalam geografi, informasi yang
diperlukan harus memiliki ciri-ciri yang dimiliki ilmu lain (Prahasta, 2002),
yaitu:
1. Merupakan pengetahuan (knowledge)
hasil pengalaman.
2. Tersusun secara sistematis, artinya
merupakan satu kesatuan yang tersusun secara berurut dan teratur.
3. Logis, artinya masuk akal dan
menunjukkan sebab akibat.
4. Objektif, artinya berlaku umum dan
mempunyai sasaran yang jelas dan teruji.
Selain memiliki ciri-ciri tersebut
di atas, geografi juga harus menunjukkan ciri spasial (keruangan) dan regional
(kewilayahan). Aspek spasial dan regional merupakan ciri khas geografi, yang
membedakannya dengan ilmu-ilmu lain.
2.3 Komponen-Komponen Dalam GIS
GIS
merupakan produk dari beberapa komponen. Komponen-komponen yang terdapat dalam
GIS yaitu perangkat keras, perangkat lunak dan intelegensi manusia (Prahasta,
2002 & Husein, 2006).
A.
Perangkat Keras (Hardware)
Perangkat keras: berupa komputer
beserta instrumennya (perangkat pendukungnya). Data yang terdapat dalam GIS
diolah melalui perangkat keras. Perangkat keras dalam
GIS terbagi menjadi tiga kelompok
yaitu:
· Alat masukan (input) sebagai alat
untuk memasukkan data ke dalam jaringan komputer. Contoh: Scanner, digitizer,
CD-ROM.
· Alat pemrosesan, merupakan sistem
dalam komputer yang berfungsi mengolah, menganalisis dan menyimpan data yang
masuk sesuai kebutuhan, contoh: CPU, tape drive, disk drive.
· Alat keluaran (ouput) yang berfungsi
menayangkan informasi geografi sebagai data dalam proses GIS.
B.
Perangkat Lunak (Software)
Perangkat
lunak, merupakan sistem modul yang berfungsi untuk memasukkan, menyimpan dan
mengeluarkan data yang diperlukan. Data hasil penginderaan jauh dan tambahan
(data lapangan, peta) dijadikan satu menjadi data dasar geografi. Data dasar
tersebut dimasukkan ke komputer melalui unit masukan untuk disimpan dalam
disket. Bila diperlukan data yang telah disimpan tersebut dapat ditayangkan
melalui layar monitor atau dicetak untuk bahan laporan (dalam bentuk peta atau
gambar).
2.4 Cara Mengelola Informasi Geografi
Secara
umum proses GIS terdiri atas tiga bagian (subsistem), yaitu subsistem masukan
data (input data), manipulasi dan analisis data, menyajikan data (output data)
(Husein, 2006)
1. Subsistem Masukan Data (Input Data)
Subsistem
ini berperan untuk memasukkan data dan mengubah data asli ke bentuk yang dapat
diterima dan dipakai dalam GIS. Semua data dasar geografi diubah dulu menjadi
data digital, sebelum dimasukkan ke komputer. Data digital memiliki kelebihan
dibandingkan dengan peta (garis, area) karena jumlah data yang disimpan lebih
banyak dan pengambilan kembali lebih cepat. Ada dua macam data dasar geografi,
yaitu data spasial dan data atribut.
·
2. Data spasial (keruangan)
Data spasial (keruangan), yaitu data yang
menunjukkan ruang, lokasi atau tempat-tempat di permukaan bumi. Data spasial
berasal dari peta analog, foto udara dan penginderaan jauh dalam bentuk cetak
kertas.
3. Data atribut (deskriptip)
Data atribut (deskriptip), yaitu data yang
terdapat pada ruang atau tempat. Atribut menjelaskan suatu informasi. Data
atribut diperoleh dari statistik, sensus, catatan lapangan dan tabular (data
yang disimpan dalam bentuk tabel) lainnya. Data atribut dapat dilihat dari segi
kualitas, misalnya kekuatan pohon. Dan dapat dilihat dari segi kuantitas,
misalnya jumlah pohon.
Data spasial dan data atribut tersimpan
dalam bentuk titik (dot), garis (vektor), polygon (area) dan pixel (grid). Data
dalam bentuk titik (dot), meliputi ketinggian tempat, curah hujan, lokasi dan
topografi. Data dalam bentuk garis (vektor), meliputi jaringan jalan, pipa air
minum, pola aliran sungai dan garis kontur. Data dalam bentuk poligon (area),
meliputi daerah administrasi, geologi, geomorfologi, jenis tanah dan penggunaan
tanah (Prahasta, 2002).
Data dasar yang dimasukkan dalam GIS diperoleh dari tiga sumber, yaitu data lapangan (teristris), data peta dan data penginderaan jauh (Prahasta, 2002).
Data dasar yang dimasukkan dalam GIS diperoleh dari tiga sumber, yaitu data lapangan (teristris), data peta dan data penginderaan jauh (Prahasta, 2002).
BAB
III
HASIL DAN PEMBAHASAN
Sistem
Informasi Geografis (Geographic Information System/GIS) merupakan sistem
informasi berbasis komputer yang digunakan untuk mengolah dan menyimpan data
atau informasi geografis. Secara umum pengertian GIS adalah; “Suatu komponen
yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, data geografis dan sumber
daya manusia yang bekerja bersama secara efektif untuk memasukan, menyimpan,
memperbaiki, memperbaharui, mengelola, memanipulasi, meng-integrasikan,
menganalisa dan menampilkan data dalam suatu informasi berbasis geografis.”
Pada dasarnya GIS dapat dikerjakan secara manual, namun dengan adanya perkembangan teknologi informasi yang terkait dengan teknologi sistem komputer, pada saat ini GIS akan selalu diasosiasikan dengan sistem yang berbasis komputer. GIS yang berbasis komputer akan sangat membantu ketika data geografis yang tersedia merupakan data dalam jumlah dan ukuran besar, dan terdiri dari banyak tema yang saling berkaitan. GIS mempunyai kemampuan untuk menghubungkan berbagai data pada suatu titik tertentu di bumi, menggabungkannya, menganalisa dan akhirnya memetakan hasilnya. Data yang akan diolah pada GIS merupakan data spasial. Ini adalah sebuah data yang berorientasi geografis dan merupakan lokasi yang memiliki sistem koordinat tertentu, sebagai dasar referensinya. Sehingga aplikasi GIS dapat menjawab beberapa pertanyaan, seperti lokasi, kondisi, trend, pola dan pemodelan. Kemampuan inilah yang membedakan GIS dari sistem informasi lainnya.
Geographic Information System merupakan integrasi antara perangkat keras, perangkat lunak, dan data untuk menangkap, mengatur, menganalisa, dan menampilkan semua bentuk geografi yang memberikan informasi.Dengan GIS kita bias melihat, memahami, bertanya, menterjemahkan dan menampilkan data dengan banyak cara seperti relationaship, simbol-simbol, dan trend dalam bentuk peta, laporan atau grafik. GIS membantu menyelesaikan permasalahan dengan mengacu pada data yang ada sehingga menjadi mudah dipahami dan dibagi satu sama lain. Teknologi GIS juga bisa di gabungkan dengan framework system infromasi enterprice.
MANFAAT GIS BAGI BIDANG KESEHATAN
Sistem informasi geografi dapat digunakan untuk menentukan distribusi penderita suatu penyakit, pola atau model penyebaran penyakit. Penentuan distribusi unit – unit rumah sakit ataupun puskesmas – puskesmas, fasilitas – fasilitas kesehatan maupun jumlah tenaga medis dapat pula dilakukan dengan SIG (Sistem informasi geografi ).
Menurut WHO,SIG
(Sistem Informasi Geografis) dalam kesehatan masyarakat dapat digunakan antara
lain :
1. Menentukan Distribusi Geografis Penyakit.
2. Analisis trend Spasial dan Temporal
3. Pemetaan Populasis Berisiko
4. Stratifikasi Faktor risiko
5. Penilaian Distribusi Sumberdaya.
6. Perencanaan dan Penentuan Intervensi.
7. Monitoring Penyakit.
Berikut ini adalah beberapa contoh pemanfaatan SIG (Sistem informasi geografi ) dalam bidang Kesehatan Masyarakat berdasarkan analisa CDC tersebut.
1.
Memonitor
status kesehatan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan yang ada di
masyarakat. Dalam mendukung fungsi ini, SIG (Sistem informasi geografi )dapat
digunakan untuk memetakan kelompok masyarakat serta areanya berdasarkan status
kesehatan tertentu, misalnya status kehamilan. Dengan SIG (Sistem informasi
geografi ), peta mengenai status kesehatan dapat digunakan untuk merencanakan
program pelayanan kesehatan yang dibutuhkan oleh kelompok tersebut, misalnya
pelayanan ANC, persalinan dll.
2. Mendiagnosa dan menginvestigasi masalah serta
resiko kesehatan di masyarakat. Sebagai contoh, seorang epidemiologis sedang
mengolah data tentang kasus asma yang diperoleh dari Rumah Sakit, Puskesmas,
dan Pusat – Pusat Kesehatan lainnya di masyarakat, ternyata dia menemukan
terjadi kenaikna kasus yang cukup signifikan di suatu Rumah Sakit, maka
kemudian dia mencari tahu data dari pasien – pesien penderita asma di Rumah
sakit. Ternyata ditemukan bahwa 8 dari 10 orang penderita asma yang dirawat di
Rumah Sakit tersebut bekerja di perusahaan yang sama. Demikian seterusnya
hingga kemudian SIG (Sistem informasi geografi ) dapat digunakan untuk
memberikan data yang lengkap mengenai pola pajanan kimia tertentu di perusahaan
– perusahaan dalam suatu wilayah, yang merupaka informasi yang penting untuk
para karyawan. Informasi ini juga dapat diteruskan kepada ahli – ahli terkait,
dalam hal ini ahli K3 untuk melakukan penanganan lebih lanjut terhadap masalah
yang ditemukan
3. Menginformasikan, mendidik dan memberdayakan
masyarakat nmengenai isu – isu kesehatan. SIG (Sistem informasi geografi )
dalam hal ini dapat menyediakan informasi mengenai kelompok masyarakat yang
diidentifikasi masih memiliki pengetahuan yang kurang mengenai informasi
kesehatan tertentu, sehingga kemudian dapat dicari media komunikasi yang paling
efektif bagi kelompok tersebut, serta dapat dibuat perencanaan mengenai waktu
yang paling tepat untuk melakukan promosi kesehatan kepada kelompok masyarakat
tersebut.
4. Membangun dan menggerakkan
hubungan kerjasama dengan masyarakat untuk mengidentifikasi dan memecahkan
masalah kesehatan. Dalam hal ini SIG (Sistem informasi geografi ) dapat
digunakan untuk melihat suatu pemecahan masalah kesehatan berdasarkan area
tertentu dan kemudian memetakan kelompok masyarakat yang potensial dapat mendukung
program tersebut berdasarkan area – area yang terdekat dengannya. Misalnya
masalah imunisasi yang ada pada wilayah kerja tingkat RW atau Posyandu, maka
dapat dipetakan kelompok potensial pendukungnya yaitu Ibu – Ibu PKK yang dapat
diberdayakan sebagai kader pada Posyandu – Posyandu yang terdekat dengan tempat
tinggalnya.
5. Membangun kebijakan dan rencana yang mendukung
usaha individu maupun masyarakat dalam menyelesaikan masalah kesehatan.
Contohnya dalam hal analisa wilayah cakupan Puskesmas. Dalam hal ini SIG
(Sistem informasi geografi ) digunakan untuk memetakan utillisasi dari tiap –
tiap Puskesmas oleh masyarakat sehingga dapat dibuat perencanaan yang jelas
mengenai sumber daya kesehatan yang perlu disediakan untuk Puskesmas tersebut
disesuaikan dengan tingkat utilitasnya.
6.
Membangun
perangkat hukum dan peraturan yang melindungi kesehatan dan menjamin
keselamatan masyarakat. Dalam hal ini SIG (Sistem informasi geografi ) dapat
digunakan untuk membagi secara jelas kewenangan dan tanggung jawab suatu pusat
pelayanan kesehatan pada tiap – tiap wilayah kerja dalam menjamin dan menangani
segala bentuk masalah yang terjadi di wilayah tersebut. Dengan demikian maka
manajemen komplain dapat terkoordinir dengan baik.
7. Menghubungkan individu yang membutuhkan
pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dan menjamin ketersediaan pelayanan kesehatan
tersebut jika belum tersedia. Misalnya seorang warga negara asing
diidentifikasi menderita suatu penyakit tertentu yang membutuhkan penanganan
yang serius. Maka untuk mengatasinya, dengan melihat peta dan data akses
pelayanan kesehatan yang tersedia dapat dicari tenaga kesehatan terdekat yang
dapat membantu orang tersebut, dan menguasai bahasa yang digunakannya. Dengan
data SIG (Sistem informasi geografi ) juga dapat diketahui bagaimana akses
transportasi termudah yang dapat dilalui oleh warga negara asing tersebut
menuju fasilitas kesehatan terdekat.
8. Menjamin ketersediaan tenaga
kesehatan dan ahli kesehatan masyarakat yang berkompeten di bidangnya. Dalam
hal ini SIG (Sistem informasi geografi ) dapat menyediakan peta persebaran
tenaga kesehatan dan ahli kesehatan masyarakat di tiap – tiap daerah, sehingga
dengan demikian dapat dilihat jika ada penumpukan atau bahkan kekurangan
personel di suatu daerah. Lebih lanjut, data tersebut dapat digunakan dalam hal
perencanaan pengadaan tenaga – tenaga kesehatan untuk jangka waktu ke depan
untuk masing – masing wilayah.
9. Mengevaluasi efektifitas, kemudahan akses dan
kualitas pelayanan kesehatan di masyarakat. Data SIG (Sistem informasi geografi
) dapat menyediakan data yang lengkap mengenai potensi tiap – tiap daerah serta
karakter demografis masyarakatnya untuk dihubungkan dengan fasilitas –
fasilitas kesehatan yang tersedia dan tingkat utilitasnya. Dengan demikian
dapat dievaluasi kembali kesesuaian dan kecukupan dari penyediaan sarana pelayanan
kesehatan yang ada.
10. Penelitian untuk menciptakan
penemuan baru dan inovasi dalam memecahkan masalah – masalah kesehatan di
masyarakat. Salah satu kegunaan ini SIG (Sistem informasi geografi ) dalam hal
ini adalah untuk menyediakan data yang akurat mengenai perubahan – perubahan
yang terjadi di suatu daerah seperti pertambahan jumlah perumahan, jalan,
pabrik atau sarana - sarana lainnya yang berpengaruh pada lingkungan dan
berpotensi mempengaruhi status kesehatan masyarakat. Data ini kemudian dapat
digunakan untuk merancang dan merencanakan inovasi – inovasi tertentu yang
dapat menjamin kesehatan suatu masyarakat (Ika Irmawati,2005).
BAB IV
PENUTUP
KESIMPULAN
Sistem Informasi Geografis sebagai suatu sistem yang berbasis komputer dan memiliki kemampuan dalam menangani data bereferensi geografis yaitu penyimpanan data, manajemen data (penyimpanan dan pemanggilan kembali), manipulasi dan analisis data, serta keluaran sebagai hasil ak hir (output). Hasil akhirnya dapat dijadikan acuan untuk pengambilan keputusan.SIG bisa menjadi alat yang sangat penting pada pengambilan keputusan untuk pembangunan berkelanjutan. Karena SIG memberikan informasi pada pengambil keputusan untuk analiss dan penerapan database keruangan.
Sistem Informasi Geografis sebagai suatu sistem yang berbasis komputer dan memiliki kemampuan dalam menangani data bereferensi geografis yaitu penyimpanan data, manajemen data (penyimpanan dan pemanggilan kembali), manipulasi dan analisis data, serta keluaran sebagai hasil ak hir (output). Hasil akhirnya dapat dijadikan acuan untuk pengambilan keputusan.SIG bisa menjadi alat yang sangat penting pada pengambilan keputusan untuk pembangunan berkelanjutan. Karena SIG memberikan informasi pada pengambil keputusan untuk analiss dan penerapan database keruangan.
Sistem
Informasi Geografis dapat di manfaatkan dalam bidang kesehatan, diantaranya :
Memonitor status kesehatan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan yang ada di
masyarakat, mendiagnosa dan menginvestigasi masalah serta resiko kesehatan di
masyarakat, menginformasikan, mendidik dan memberdayakan masyarakat nmengenai
isu – isu kesehatan, membangun dan menggerakkan hubungan kerjasama dengan
masyarakat untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah kesehatan, membangun
kebijakan dan rencana yang mendukung usaha individu maupun masyarakat dalam
menyelesaikan masalah kesehatan, membangun perangkat hukum dan peraturan yang
melindungi kesehatan dan menjamin keselamatan masyarakat, menghubungkan
individu yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dan menjamin
ketersediaan pelayanan kesehatan tersebut jika belum tersedia, menjamin
ketersediaan tenaga kesehatan dan ahli kesehatan masyarakat yang berkompeten di
bidangnya, mengevaluasi efektifitas, kemudahan akses dan kualitas pelayanan
kesehatan di masyarakat, penelitian untuk menciptakan penemuan baru dan inovasi
dalam memecahkan masalah – masalah kesehatan di masyarakat.
DAFTAR
PUSTAKA
http://dokumen.tips/documents/makalah-sistem-informasi-geografis.html


Bagus,sangat membantu
BalasHapusSangat membanru
BalasHapusBagus
BalasHapusBagus
BalasHapussangat membantu sekali, saya yang sedang mempelajari GIS.
BalasHapusMahasiswa semester 7 seperti saya sangat berterima kasih karna telah membatu dengan blog anda.
Kunjungi website saya juga : https://imisyafitri.mahasiswa.atmaluhur.ac.id
atau website kampus saya:
http://www.atmaluhur.ac.id
sangat bermanfaat arikel gis ini ,dan juga membantu sekali , lumyan bisa dipelajari ,terimksih
BalasHapusterimakasih atas infonya. sangat bermanfaat dan membantu sekali dalam mempelajari gis. jangan lupa kunjungi website saya https://fernandy.mahasiswa.atmaluhur.ac.id dan website kampus saya juga www.atmaluhur.ac.id
BalasHapusTerimakasih gan atas info blog nya,penjelasan penerapan SIG nya sangat bermanfaat.
BalasHapuskunjungi website saya https://zuhri.mahasiswa.atmaluhur.ac.id
website kampus saya https://www.atmaluhur.ac.id
Setelah membaca artikel ini saya baru tau ternyata Scanner merupakan komponen GIS. Monggo mampir ke website saya https://sites.google.com/mahasiswa.atmaluhur.ac.id/riskamawarsari/beranda dan website kampus saya http://www.atmaluhur.ac.id/ . Matur Suksma^^
BalasHapussangat membantu sekali, saya yang sedang mempelajari GIS.
BalasHapusMahasiswa semester 7 seperti saya sangat berterima kasih karna telah membatu dengan blog anda.
kunjungi website saya di : https://yuliani.mahasiswa.atmaluhur.ac.id/
dan website kampus saya di: http://www.atmaluhur.ac.id/
Tenks KK š sangat membantu
BalasHapus